From Asma Nadia Milist

TRAGEDI  TUGU TANI PERINGATAN DARI ALLOH SWT

Disaat Menteri Dalam Negeri, sibuk untuk mengharamkan perda-perda miras, disaat Ketua HAM menganggap bahwa mengkonsumsi minuman keras sebagai hak pribadi sehingga melarangnya merupakan pelanggaran terhadap HAM, maka mata kita akhirnya dibukakan dengan adanya peristiwa kecelakaan di Tugu Tani hari minggu kemarin. Peristiwa naas itu telah menewaskan sembilan orang dan tiga orang terluka.  Afriani Susanti, sosok yang telah menjadi penyebab tragedi tersebut ternyata terbukti telah mengkonsumsi minuman keras dan narkoba beberapa jam sebelum peristiwa itu terjadi.

Hal yang lebih menjengkelkan lagi adalah ketika kita melihat tingkah laku yang ditunjukkan oleh Afriani yang sama sekali tidak merasa bersalah atau berdosa karena telah menghilangkan sekian banyak nyawa.

Betapa pengaruh miras dan narkoba selain terbukti merugikan orang lain ternyata juga menjadikan manusia menjadi antisosial dan tidak perduli dengan lingkungannya. Peristiwa tugu tani adalah cara Allah SWT mengingatkan kepada kita bahwa mengkonsumsi miras dan narkoba ternyata tidak sekedar menyangkut urusan pribadi akan tetapi sangat berhubungan dengan kehidupan sosial di sekitarnya. Semoga peristiwa ini mampu mambukakan mata dan hati kita dalam mensikapi keberadaan minuman keras dan narkoba di negeri ini. Termasuk bapak menteri dan ketua HAM. AMIN.

Kisah Sepotong Padaku

Sepotong cinta untuk hidup

sepotong kebahagiaan untuk hidup…

Sepotong asa untuk menjadikan harapan

dan sepotong- sepotong

untuk menjadikan semua ini hidup

adakah mungkin?

sepotong roti saja tidak cukup untuk mengenyangkan perut

tapi amat suka cita bagi yang hanya inginkan sepotong

sepotong- sepotong…..

sepotong itu cukup???

pemikiran sepotong bagi yang qona’ah…lalu bagaimana???

kadang yang sepotong itu…..

bisa lebih cukup dari susu sebelanga!

Memoar bubat, 15-04-10
sepotong rindu untuk kamu yang terpotong harapanmu

Sisa Yang Harus Berarti

Ada rasa senang ketika mendapatkan beberapa ucapan selamat hari ultah dari beberapa teman, kerabat dan saudara.

Ada rasa was was juga ketika mengetahui kalau aku ternyata sudah berusia 26 tahun!

Nah, ada rasa cemas saat aku harus menghadapi kenyataan bahwa usiaku tak mungkin bisa kembali muda, tetapi aku belum mampu menghasilkan yang terbaik dari apa yang aku perbuat selama ini. Berbuat baik pada orang lain, orang- orang disekitarku, orang- orang yang aku sayangi…..

Semakin terpikirkan juga betapa berat mungkin nanti tantangan hidup yang akan aku jalani, entah ujian yang bagaimana kedepannya yang sudah siap menanti kehadiranku dimasa mendatang. Yang jelas persiapan -persiapan itu harus segera di pikirkan dari sekarang.

Semangat! Berpikir keras dan berusaha sebaik mungkin……jika harus jalan panjang itu ditempuh dengan kaki berdarah-darah aku harus siap! Ingatlah, semua ini hanyalah adegan-adegan yang akan berakhir sesuai skenarioNya yang azali……

 

Bismillah……

Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dalam Peringatan Hari Guru Nasional 2011

Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dalam Peringatan Hari Guru Nasional 2011.

Sekolah Hidup Susah

Mendapat email dari seorang kawan yang mungkin bisa bermanfaat.

Sekolah Hidup Susah

Untuk menjadi kaya, semua orang bisa instan melakoni. Namun, tidak siapa
saja siap menjadi orang susah.

Orang miskin baru kian banyak. Penganggur baru menambah bengkak angka
kemiskinan. Bisa jadi, itu sebabnya, selain angka bunuh diri tinggi, tiga
dari sepuluh orang Indonesia tercatat terganggu jiwanya.

Tidak siap hidup susah berisiko sakit jiwa. Ada cara sederhana menekan
risiko sakit jiwa. Sejak kecil anak dibuat tahan banting.

Ketahanan jiwa anak harus dibangun. Untuk itu, jiwa butuh “imunisasi”.

Menerima kenyataan

Sejak kecil anak diajar lebih membumi. Yang gagal kaya rela menerima
kenyataan. Yang belum pernah hidup susah diajar prihatin sedari kecil.
Kendati kecukupan, tidak semua yang anak minta perlu diberi.

Anak dilatih merasakan kegagalan.

Tugas orangtua dan guru mengajak anak berempati pada kesusahan orang lain.
Hidup tak luput dari berbagai stresor. Tak semua stresor jelek.

Supaya jiwa tahan banting, stresor dibutuhkan. Anak perlu mengalami seperti
apa tekanan hidup, konflik, kegagalan, rasa kecewa, dan krisis dalam hidup.
Seperti vaksin, biasakan anak memikul aneka stresor yang bikin jiwanya kebal
seandainya kelak hidupnya susah.

Tanpa dilatih hidup susah, anak yang terbiasa hidup berkecukupan tak tahan
banting. Lebih banyak orang sukses lahir bukan dari keluarga kecukupan.
Hidup prihatin membuat jiwa tegar bertahan melawan kesusahan. Hidup susah
membangun mimpi ingin lepas dari rasa kapok menjadi orang susah. Demi
mengubah mimpi jadi kenyataan, spirit kerja keras pun dipecut.

Einstein percaya, untuk sukses diperlukan lima persen otak, selebihnya
keringat (perspirasi) . Spirit kerja keras menjadi milik orang yang tak
pernah puas pada prestasi yang diraih. Seperti bangsa Troya dulu,
pembangunan Jepang dan Korea lebih pesat ketimbang bangsa sepantar karena
memiliki “virus” n-Ach (need-for-Achieveme nt) yang tinggi.

“Virus” n-Ach bisa ditularkan kepada anak lewat asuhan dan pendidikan.
Bacaan memuat nilai kehidupan, termasuk mendongeng, pendidikan berdisiplin,
dan keteladanan orang lebih tua. Itu modul- modul kehidupan agar anak tahu
juga hidup susah.

Jiwa getas

Kebiasaan meloloh anak dengan kelimpahruahan tidak melatih anak merasakan
gagal, kecewa, rasa ditekan, rasa konflik, atau rasa krisis. Tanpa tempaan
stresor, jiwa getas. Jika jiwa getas, orang rentan stres. Bila tak terlatih
hidup berdamai dengan stres, hidup berisiko gagal andai harus jatuh miskin.

Tak ada sekolah yang mengajarkan menjadi orang miskin. Tak pula ada kursus
memampukan anak terbiasa hidup berdamai dengan stres. Yang bisa kita lakukan
adalah mengasuh dan mendidik anak tahan banting.

Mandat itu harus ada di pundak setiap orangtua.

Tidak semua anak kecukupan pernah mengalami stresor. Dalam pendidikan
modern, anak sengaja dihadapkan pada stresor buatan. Ada pelatihan
diam-diam, dalam suasana berkemah atau outbound diciptakan situasi krisis.
Mobil sengaja dibuat mogok di tengah hutan pada malam hari, atau kehabisan
makanan selagi camping.

Dihadang stresor buatan, anak dilatih bagaimana bereaksi, beradaptasi, agar
mampu lolos dari rasa panik, rasa takut, rasa tidak enak berada dalam
situasi darurat. Ini bagian dari upaya membuat kebal jiwa anak. Bila jiwa
tak tahan banting, sontekan stres kecil mungkin diatasi dengan bunuh diri.
Kini semakin banyak kasus bunuh diri hanya karena alasan enteng. Gara-gara
ditinggal pacar, tidak naik kelas, sebab jiwa tak terlatih memikulnya. Maka
jiwa perlu digembleng.

Kerja keras

Menggembleng berarti menunjukkan rasa arah hidup prihatin, selain
berdisiplin. Hidup berdisiplin berarti menjunjung tinggi kebenaran, memikul
tanggung jawab, kerja keras, serta mampu menunda kepuasan.

Menunda kepuasan bentuk keunggulan sebuah bangsa. Bangsa unggul memiliki
“virus” n-Ach tinggi. Anak yang diasuh dan dididik dengan nilai-nilai
“virus” n-Ach, menyimpan bekal sukses. Itu kelihatan, misalnya, dari cara
makan. Anak dengan n-Ach tinggi menyisihkan yang enak dimakan belakangan,
yang tidak enak dimakan dulu. Tugas berat dikerjakan dulu, yang enteng
belakangan. Bersakit-sakit dulu bersenang-senang kemudian menjadi kredo
bangsa yang sukses.

Agar tahu hidup susah, anak diajak memahami bahasa hidup bukan uang semata.
Tak semua semerbak kehidupan bisa dipetik dengan uang.

Kebahagiaan tertinggi hanya terpetik setelah orang mampu merasa bersyukur
meski cuma menjadi orang biasa (mengutip Gede Prama).

Sukses hidup sejati tak mungkin terpetik instan. Jiwa potong kompas, ingin
lekas kaya, tumbuh dari budaya instan. Bukan rasa arah yang benar saja yang
perlu ditanamkan saat membesarkan anak, tetapi harus benar pula menempuhnya
di mata Tuhan.

Anak disiapkan menjadi insan linuwih (terinternalisasi penuh

superegonya) dengan cara mengempiskan egonya sekecil mungkin.

Rekayasa sosial (social engineering) diperlukan dengan menyuntikkan “vaksin”
hidup prihatin. Perlu pula penyubur superego agar kendati hidup susah masih
merasa bahagia.

Hanya bila bibit linuwih dipupuk sejak kecil, sekiranya hidup susah tak
tergoda memilih serong. Kendati tak banyak harta, uang, atau kuasa, ke arah
mana pun hidup memandang, merasa tetap “kaya”. Mampu legawa, bersyukur, dan
merasa berbahagia sudah pula meraih Oscar kehidupan, kendati mungkin hanya
menjadi orang biasa.

Sumber: Sekolah Hidup Susah oleh Handrawan Nadesul,Dokter, Penulis
Buku,Pengasuh Rubrik Kesehatan

Dua sayap, satu kepala

Pernahkah anda melihat seekor burung yang sedang terbang ? Nah begitulah keadaan seorang hamba yang sedang menuju Allah Subhanahu wa ta’ala bagaikan burung yang sedang terbang. Dia membutuhkan bekal tiga hal. Dua sayap yang harus ia kepakkan dan kepala sebagai pengendali perjalanan tersebut. Jika amal ibadah yang dilakukan seorang abdi kepada ilahnya merupakan sebuah perjalanan, maka waktu berhentinya ketika amalannya sudah memasuki sebuah peti yang bernama “Liang Kubur”. Untuk mengusahakan perjalanan yang tak ia ketahui kapan berakhirnya itu, usaha maksimalah yang harus ia lakukan. Perjalanan tak akan sukses jika salah satu atau kedua sayap terluka atau patah. Apalagi jika kepala terputus, perjalanan hamba pun terputus tak berhasil sampai tujuan. Sayap yang pertama adalah Khauf, sedangkan yang kedua dikenal dengan nama Raja’. Adapun kepala dari perjalanan ini disebut Mahabbah. Tiga hal inilah yang ditetapkan sebagai pilar – pilar penghambaan. Semisal ibadah adalah sebuah bangunan, maka ia tidak akan berdiri kokoh jika salah satu, salah dua atau ketiga – tiganya tidak ditegakkan dalam peribadatan. Khauf, takut kepada Allah Khauf diartikan sebagai rasa takut, khauf sebenarnya adalah manifestasi dari hati yang gundah karena adanya kekhawatiran akan terjadinya sesuatu. Baik sesuatu yang membahayakan, menghancurkan atau menyakitkan di masa mendatang. Takut terhadap ancaman dan siksa Allah Subhanahu wa ta’ala, takut jika amal ibadahnya masih jauh dari kesempurnaan, atau khawatir jika Allah Subhanahu wa ta’ala tidak menerima amal ibadahnya. Khauf yang seperti inilah yang mampu mengendalikan diri dari setiap keinginan berbuat maksiat dan menambatkannya pada perbuatan taat. “Karena itu, janganlah kamu takut kepada mereka tetapi takutlah kepada–Ku, jika kamu benar – benar orang yang beriman.” ( Ali Imran : 175 ) Takut kepada Allah Subhanahu wa ta’ala bisa terpuji, namun adakalanya bisa tidak terpuji. Takut yang terpuji adalah rasa takut yang membawa seorang hamba bias terhindar dari maksiat, mengerjakan yang wajib dan meninggalkan yang haram. Sedangkan takut yang tidak terpuji adalah jika rasa takut itu menimbulkan sikap putus asa terhadap rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala. Modal dari rasa takut yang terpuji adalah ma’rifat terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala, tidak ada selain hal ini. Semakin tinggi tingkat pengenalannya terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala, sudah seharusnya semakin tinggi pula rasa takutnya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. ”Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba – hamba-Nya, hanyalah para ulama.” ( Fathir : 28 ) Sia – sialah orang yang mempunyai ilmu ; gelar pendidikan syar’inya sederet, hafalan haditsnya banyak namun rasa takutnya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala hanya secuil. Sesungguhnya ilmu itu bukanlah banyaknya riwayat, tapi ilmu itu adalah banyaknya rasa takut. Raja’, mengharap rahmat Allah Raja’ adalah sikap mengharap rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala. Ia merupakan keinginan seseorang terhadap sesuatu yang mungkin diperolehnya dalam waktu dekat atau jauh tapi diposisikan sebagai sesuatu yang dekat. Hamba yang berharap akan rahmat dan ampunan Allah Subhanahu wa ta’ala adalah semisal seorang petani. Setiap petani akan memilih bibit unggul, menyemainya dan memeliharanya dengan penuh perhatian apabila sudah ditanam. Dalam rentang waktu antara masa tanam dan masa panen, ia berharap tanaman tersebut akan menghasilkan panenan yang banyak. Lahan seorang hamba Allah adalah hatinya. Maka ia menyemai benih – benih keimanan diatasnya. Ia rawat dan pelihara tanaman tersebut dengan sarana dan prasarana berupa amal shaleh. Selanjutnya ia sabar dalam menanti hari panen serta mengharap hasil yang banyak di hari perjumpaan yang besar. Penantian seperti inilah yang dinamakan raja’ yang sebenarnya. “Barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” ( Al Kahfi : 110 ) Maka orang – orang yang telah beriman, berhijrah dan berjihad dijalan-Nya, merekalah orang – orang yang berhak mengharapkan rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala. Bukannya orang – orang yang lemah hatinya dan berpangku tangan saja, mereka enggan memperjuangkan dan memurnikan agama Allah Subhanahu wa ta’ala yaitu islam. “Sesungguhnya orang – orang yang beriman, orang – orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( Al Baqarah : 128 ) Mahabbah, cinta kepada Allah Inilah sang kepala, yaitu mahabbah atau cinta kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Mahabbah adalah tingkatan yang paling tinggi, paling agung dan bermanfaat. Ia-lah yang mengendalikan kedua sayap. Jika cinta atau mahabbah tidak ada maka tak akan berguna khauf dan raja’. Hakikat ibadah adalah totalitas cinta yang disertai rasa tunduk ( Total Surrender ) dan merendahkan diri dihadapan Sang Khalik atau Sang Pencipta. “Dan diantara manusia, ada segolongan yang menyembah tandingan – tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang – orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” ( Al Baqarah : 165 ). Sudah seharusnya seorang mukmin sangat mencintai Allah Subhanahu wa ta’ala. Tapi harus disertai bukti kecintaan. Pengakuan semata tak akan berguna. Orang kafir dan munafik pun bisa mengaku mencintai Allah…kalau sekedar pengakuan “Katakanlah : “jika kamu ( benar – benar ) mencintai Allah, ikutilah aku ( Rasulullah ), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa – dosamu.” ( Ali Imran : 31 ) bukti dan tanda cinta kepada Allah Subhanahu wa ta’ala adalah dibuktikan dengan I’tiba atau mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Siapa yang tidak mengikutinya, maka ia pun tidak akan memetik buah cinta kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Na’udzu Billah ! Meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam akan membuat seseorang berjalan diatas jalan yang lurus dan tengah, tidak berlebih – lebihan, tidak pula meremehkan. Ia tidak akan berlebih – lebihan didalam khauf sehingga meremehkan raja’, sebaliknya ia tidak berlebih – lebihan dalam raja’ sehingga meremehkan khauf. Inilah pengendalian, yaitu berjalan di jalan yang pertengahan. Keadaan hamba yang paling sempurna adalah yang beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan pilar – pilar ini. Ia menyelaraskan harapan dan rasa takut, serta memperbanyak rasa cinta. Cinta ibarat kendaraan, harapan ibarat dorongan sedangkan rasa takut ibarat pengemudinya dan Allah Subhanahu wa ta’ala – lah yang menghantarkannya ke tujuan dengan karunia-Nya. Subhanallah ! Maka terbanglah menuju Allah wahai saudaraku… terbanglah dengan sayap takut kepada-Nya dan sayap mengharap rahmat-Nya, serta kendalikan mereka dengan mencintai-Nya. Niscaya perjalanan akan sampai ke tujuan. Hasbunallah wa ni’mal wakiil *(Alwi Said)

Boikot Product Israel…Here Are…!

L’Oreal
Giorgio Armani, Redken 5th Avenue, Lancome Paris, Vichy, Cacharel, La Roche-Posay, Garnier, Biotherm, Helena Rubinstein, Maybelline, Ralph Lauren, Carson

Marks & Spencer
M&S, St.Michaels

McDonald’s
Motorola

Nestle
Nescafé, Perrier, Vittel, Pure Life, Carnation, Libby’s, Milkmaid, Nesquik, Maggi, Buitoni, Cross & Blackwell, KitKat, Milkybar, Quality Street, Smarties, After Eight, Aero, Polo, Lion, Felix cat food, L’Oréal

News Corporation
TV: Fox, Sky, Star, Phoenix, Granada, CNBC. UK newspapers: Standard Newspaper, News of the World, The Sun, The Times. Australian Newspapers: The Telegraph , Gold Coast Bulletin, Herald Sun, Independent, Sunday Mail. US newspapers: New York Post. Publishers: Harper Collins Ragan, Zondervan, National Geographical. Nursery World, Rawkus, NDS, Mushroom Records, ChinaByte.com, Festival Records

Nokia

Revlon
New World Entertainment, Forbes
Sara Lee
Hanes, Playtex, Champion, Leggs, Douwe Egberts, Bryan, DIM, Ambi Pur, Bali, Superior Coffee, Just My Size, Kiwi, Maison Cafe, Nur die, Pilao, Lovable, Outer Banks, Wonderbra, Sanex, Pickwick, Gossard, Body Mist, Brylcreem, Aqua Velva, Radox

Siemens
Selfridges
Starbucks
Seattle Coffee, Pasqua, Hear Music, Tazo

Timberland

COMPANIES TO BOYCOTT

AOL Time Warner
Time Life magazine, CNN, ICQ

Apax Partners
Jonny Rockets, Sunglass Hut.

Arsenal Football Club

Coca-Cola
Fruitopia, Fanta, Kia Orange, Lilt, Sprite, Sunkist..

Caterpillar

Danone
HP foods, Evian, Volvic, Jacob

Delta Galil
Hema, Barbie, Carrefour, Auchan, Tchibo, Victoria’s Secret, GAP, Banana Republic, Structure, J-Crew, JC Penny, Pryca, Lindex, DIM, DKNY, Ralph Lauren, Playtex, cK, Hugo Boss, M&S

Disney

Emblaze

Estée Lauder
Aramis, Clinique, DKNY, Prescriptives, Origins, MAC, La Mer, Bobbi Brown, Tommy Hilfiger, Jane, Donna Karan, Aveda, Stila, Jo Malone, Bumble & Bumble, Kate Spade

Home Depot
Villager’s Hardware, Georgia Lighting, Apex Supply, EXPO Design Centres

IBM

Intel

Johnson & Johnson

Kimberly-Clark
Kleenex, Kotex, Huggies, Andrex

Lewis Trust Group
River Island, Isrotel hotels, Britannia Pacific

The Limited Inc
Express stores, Lerner New York, Structure, New York & Company, Mast Industries, Intimate Brands, Victoria’s Secret, Bath & Body Works, White Barn Candle Company, Henri Bendel

Keep an eye on the goods bar code: Israel’s country prefix is 729.
http://www.mylinkspage.com/israel.html#BOY

Above information collected from
.
http://www.inminds.co.uk/boycott-israel.php

Kelupaan punya blog :)

yah…hampir lupa deh aku punya blog dua pula.

gara- gara mulai asyik buka- buka facebook neh, banyak game dan hal- hal lain yang bisa menghibur kalo lagi jenuh atau boring ( sama ajah kali yah ).

di fb aku bisa main sama hewan peliharaanku Aiko juga aku bisa membaca tulisan- tulisan orang juga aku bisa lihat orang pada ngapain saat mereka buka fb.

asyik bukan..?!!

Budaya Barat VS Budaya Asia

Seorang teman mengirimkan kepada saya, bener ngga ya..?

Blue –> Barat
Red –> Asia

Opinion

B: langsung to the point.
R: blunder muter-muter dulu, apalagi kalo opininya berbeda paham.


Way of Life

B: individualis, mikirin kehidupannya sendiri.
R: demen kumpul2 sama saudara, ngurusin problem family.

Punctuality

B: on time.
R: in time.

Contacts

B: contact to related person only.
R: semua temen, semua sodara, relasi luas, bisnis lancar.

Anger

B: marah ya marah.
R: marah tapi ramah.

Queue when Waiting

B: biasa antri teratur.
R: rebutan dong, siapa cepat dapat lah.


Sundays on the Road

B: menikmati weekend with his own way.
R: doyan ke tempat2 keramaian, mal, dll.

Party

B: bebas-bebas aja berkelompok dengan groupnya sendiri.
R: semua fokus ke satu acara party.

In the restaurant

B: ngobrol pelan-pelan di resto.
R: ribut ngobrol keras-keras and ketawa-tiwi, ga peduli meja sebelah.

Travelling

B: demen sightseeing, yang penting menikmati pemandangannya.
R: yang penting foto-foto untuk memory, pemandangan cuma jadi background.


Handling of Problems

B: tabrak aje, yang penting solve the problem.
R: sebisa mungkin menghindari masalah, or jangan sampe ninggalin jejak.

Three meals a day

B: makan kenyang 1 kali sehari.
R: 3 x makan, ya kudu 3 x kenyang.

Transportation

B: dulu pake mobil, sekarang udah care sama environment & health yang ga polusi.
R: dulu sengsara pake sepeda, sekarang gengsi dong kalo ga pake mobil.

Elderly in day to day life

B: udah tua lonely, paling ditemani Snoopy.
R: masa tua ga bakal kesepian, asal bantu ngemong cucu ya.

Moods and Weather

B: logikanya, hujan ya bikin repot.
R: banyak hujan, banyak hoki ya.


The Boss

B: boss juga member of team.
R: boss is dewa yang ditakuti.


What’s Trendy

B: makanan Asia yang healthy.
R: makanan Barat yang bergengsi.


The child

B: it’s ok punya anak, ntar dia harus berjuang untuk hidup like us.
R: kerja jatuh bangun, segala-galanya demi anak, sang penerus generasi.

Email Dari Sahabatku “Jasmine White”

Assalammu’alaikum teman-teman didunia maya.

Mudah-mudahan ALLAH selalu memberi Hidayah dan kesehatan pada kita semua. Amin.

Saya ingat dulu seorang ustad Dedi pernah mengisi ceramahnya. Suatu saat Amerika akan runtuh dan dipermalukan dunia. Waktu itu aku berpikir apa iya tapi ku kembalikan kuasa ALLAH bisa terjadi. Bukan ALLAH bisa membolak balikkan apa yang dia mau.

Negara yang sombong dan adikuasa yang selalu meributkan masalah HAM dan mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Akhirnya dilanda krisis ekonomi.
Sampai aku berpikir bisa juga Amerika dilanda krisis ekonomi.

Yang paling aku bahagia negara yang penduduknya kulit putih dipimpin oleh orang negro. Apakah harga diri Amerika tidak jatuh. Yang selama ini orang negro susah mendapat kedudukan tertinggi hanya segelintir orang.

Amerika Amerika Amerika Amerika Amerika Amerika Amerika kesombongan mu dipermalukan oleh dunia. Presiden George Walker Bush dilempar sepatu dan di tonton orang sedunia. Yang membuat ku terkejut bisanya pengawalannya ketat. Itulah kuasa ALLAH dengan izin ALLAH BUSH dipermalukan dunia. Bagi saya itu demokrasi atau amarah dan dendam yang membara bangsa irak di dzolimi. Runtuhlah kesombongan bangsa Amerika. Bangsa yang dzolim walau banyak rakyatnya memeluk agama Islam semoga Islam berkembang di Amerika Amin.

Saya sangat sedih melihat dan membaca perlakuaan bangsa Amerika kepada bangsa Irak dan bangsa lainnya. Banyak tahanan yang diperlakukan tidak manusiawi. Tapi itulah perang. Saya benci perang. Perang merusak tatanan ekonomi, sosial , budaya, harkat, martabat dan derajat. Serta membawa kesenggaraaan rakyat.

Seandainya saya bisa meruntuhkan istana presiden Amerika. Apa yang saya dapat. Seandainya gedung putih saya bom apa yang saya dapat. Semoga suatu saat ALLAH menurunkan bala tentaranya agar gedung putih hancur berantakan. Bangsa yang sombong semakin dipermalukan dunia. Dan saya akan tertawa.

Kado Perpisahan Bush akan saya kenang disepanjang masa. Akan ku ceritakan pada cucuku kelak. Zaidi pahlawan bangsa Irak dan pahlawan umat Islam yang selama ini negara-negara islam menjadi boneka Amerika.

Ayo bangkit bangsa irak dan bangsa palestina. Runtuhkan kesombong Amerika yang selalu merusak perdamaian dunia. Dan meributkan masalah HAM (HAK AZAZI MANUSIA) di negara lain. Sementara negara Amerika penuh dengan pelanggaran HAM (HAK AZAZI MANUSIA). Salah satunya masalah ras yang belum terselesaikan. Tapi sekarang presidennya orang kulit hitam (negro)

HIDUP ZAIDI HIDUP ZAIDI HIDUP ZAIDI. Aku bangga pada mu. Ayo bangkit negara-negara Islam lain turunkan pahlawan-pahlawan mu. Turunkan lah tentara-tentara ALLAH lahirkanlah dari rahim para ibu mujahid dan mujahidah muda. Semoga ALLAH memberi hidayah selalu pada Zaidi dan keluarga. Dengan usia 29 tahun tahu resiko apa yang terjadi akan disiksa dan di penjara oleh tentara Amerika dan tentara irak boneka Amerika. Semoga ALLAH melindungi ZAIDI dan keIslamanpun menjadi Islam yang kaffah. Dan ALLAH memberi kekuatan fisik dan psikis serta melindungi keluarganya dari bahaya. AMIN AMIN AMIN AMIN AMIN AMIN.

Doa hamba menyertai MU. Hidup Zaidi.

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.